Himacita

Ora Ngapak Dupak…!!

SILATURAHMI, PEMUDA, PELAJAR DAN MAHASISWA CILACAP

Ditulis oleh himacita di/pada September 14, 2009

No : 08/Pan. Silaturohim/HC/IX/2009
Lamp.: -
Hal : Undangan

Kepada Yth:
PADA TEMEN-TEMEN CILACAP
di- Tempat
Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua dalam menjalanka…n segenap …akt…ifitas kemanusiaan. Amin
Bedasarkan Program kerja Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta (HIMACITA) periode 2008/2010, yaitu Silaturohmi Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Cilacap yang akan di laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu , 26 September 2009
Pukul : 08.30 s/d Selesai
Tempat : Pendopo Kabupten Cilacap
Acara : Silaturohmi Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Cilacap
Tema : Peran Pemuda dalam Dinamika Pembangunan Daerah
Pembicara : 1. Dr. Ngadisah ( Rektor IPDN )
2. Nur Faizi ( Mantan Kapolda Jawa Tengah )

Dengan ini kami atas Panitia, Mengundang temen-temen/Instansi-instansi untuk menghadiri acara tersebut.
Demikian surat undangan ini kami sampaikan atas kerjasama dan partisipasinya kami ucapkan terimakasih

Ditulis dalam berita | 1 Komentar »

Aksi Aliansi Mahasiswa Cilacap

Ditulis oleh himacita di/pada Agustus 16, 2009

Cilacap 13 Agustus 2009, bertepatan dengan dilantiknya Anggota Legislatif Cilacap periode 2009/2014, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cilacap melakukan aksi solidaritas. Aksi yang dimulai dari Bundaran alun-alun Cilacap ini mengusung tuntutan besar, yaitu Clean and Good Governance di Cilacap. Aliansi ini terdiri dari mahasiswa cilacap yang sedang study di Jogjakarta, Purwokerto, Semarang. “Kami melihat cilacap kedepan perlu perubahan, guna mewujudkan clean and good governance”, kata korlap aksi, Suryadi. aksi yang dimulai pada pukul 10.00 ini menarik banyak perhatian masyarakat yang melintas di Jalan depan alun-alun. massa aksi yang tadinya berniat untuk bertemu dengan DPRD yang baru untuk menyuarakan tuntutannya ternyata membentur barikade ratusan aparat yang mengamankan jalannya ceremonial tersebut. Sehingga massa aksi hanya dapat menyuarakan aspirasinya di sekitar alun-alun saja. “Katanya demokratis, kenapa mau menyampaikan aspirasi saja dilarang?”, celethuk seorang massa aksi dari jogja. Aksi yang dibumbui teatrikal, yang menggambarkan penindasan penguasa atas rakyatnya ini, selesai pada pukul 12.30 di Gedung DPRD Cilacap. Setidaknya ada 10 tuntutan yang disuarakan oleh AMC, yang tertuang dalam Sepuluh Tuntutan Rakyat.
SEPULUH TUNTUTAN RAKYAT
1. WUJUDKAN CLEAN DAN GOOD GOVERNANCE & GOVERMENT DI CILACAP
2. TEGAKKAN SUPREMASI HUKUM DAN USUT TUNTAS KASUS-KASUS KORUPSI DI CILACAP
3. TINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS DUNIA PENDIDIKAN DI CILACAP
4. WUJUDKAN PARTISIPASI RAKYAT DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN
5. TRANSPARANSI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN
6. TOLAK POLITISASI RAKYAT UNTUK KEPENTINGAN ELIT
7. WUJUDKAN KEBEBASAN PERS DI CILACAP
8. WUJUDKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN YANG PRO LINGKUNGAN DI CILACAP
9. CIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN DAN SENTRA USAHA
10. REVITALISASI MOTTO CILACAP BERCAHAYA

Ditulis dalam LANDASAN | 1 Komentar »

Aksi Damai Solidaritas Anti Terorisme Himpunan Mahasiswa Cilacap Di Yogyakarta (HIMACITA)

Ditulis oleh himacita di/pada Agustus 3, 2009

Yogyakarta, Senin 3 Agustus 2009 Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta (HIMACITA), melakukan aksi turun jalan untuk menyikapi isu Terorisme yang sedang meresahkan Cilacap dan Indonesia.

Seperti yang kita ketahui peledakan hotel JW Marriot dan Ritz Carlton beberapa pekan lalu telah memukul indonesia dan dunia internasional pada umumnya. Dengan semangat kepedulian dan idealisme mahasiswa, HIMACITA turut serta dalam menyuarakan PERANG MELAWAN TERORISME lewat aksi yang dilaksanakan di Perempatan Besar Kantor Pos Yogyakarta. Aksi dimulai pukul 14.30 dan selesai pukul 15.30. Dalam orasinya Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Ahmad Fajri Nida mengatakan bahwa “Kami mendukung penuh upaya aparat hukum dalam mengusut kasus terorisme, dan menghimbau mayarakat untuk turut serta dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari doktrin-doktrin terorisme”.dan ”Cilacap merupakan daerah korban terorisme, dan bukan sarang terorisme.”tambah Koordinator Lapangan, Eko Sulistiadi.
Aksi yang berjalan damai ini, diakhiri dengan penggalangan tanda tangan untuk dukungan perang melawan terorisme dan pernyataan sikap yang disampaikan oleh Kordum Aksi. Setidaknya ada tujuh point sikap HIMACITA Kaitannya dengan isu terorisme, yaitu :
1. Mengutuk keras pengeboman di Jakarta.
2. Mengecam aksi-aksi terorisme dalam segala bentuk;
3. Mendukung upaya aparat keamanan dalam mengungkap pelaku dan dalang terorisme;
4. Menyerukan kepada warga masyarakat untuk mewaspadai bahaya terorisme;
5. Cilacap bukanlah sarang teroris
6. Usir jaringan teroris di Cilacap;
7. Menyerukan kepada warga masyarakat Cilacap jangan mau jadi teman teroris : Aja gelem dadi balane teroris
Meskipun hanya belasan mhasiswa yang turut serta dalam aksi kali ini, tidak menyurutkan semangat HIMACITA untuk tetap menyampaikan sikap moralnya.( )
IMG_1304

Ditulis dalam LANDASAN | Comments Off

RENDEZVOUS HIMACITA:KOMUNITAS BERBASIS PRIMORDIAL(1) (Mempertegas Visi Kedaerahan)

Ditulis oleh himacita di/pada Juli 4, 2009

Sebagai sebuah organisasi berbasis primordial yang sudah cukup dewasa HIMACITA memiliki akar sejarah dan trasformasi gerakan yang memberikan isyarat perubahan secara kontinue. Perlu difahami oleh seluruh keluarga besar mahasiswa cilacap bahwa organisasi etnis dibangun atas dasar kekelurgaan, solidaritas dan persekawanan yang kuat. Namun sebagai pembelajaran organisasi etnis juga perlu menjalankan prinsip-prinsip administrasi, manajemen dan konstitusi organisasi modern.
Karena organisai entnis yang berbasis primordialisme inilah, maka platform organisasi lebih mengendepankan pemberdayaan terbatas pada mahasiswa cilacap dan berusaha menjadikan persoalan daerah asal sebagai ruang eksperimentasi gagasan dan segmentasi bergerak dalam proses implementasi visi dan misi organisasi. Namun yang menjadi persoalan adalah sejauh mana pengurus dan anggota organisasi etnis tersebut memiliki kesadaran akar primordialisme, akar tradisi dan akar budaya yang mengikat persaudaraan dan kekeluargaan.
Idealnya setiap individu di organisasi berbasis primordial; pertama, memiliki manifestasi kesadaran pada mulanya mereka berasal dari daerah yang sama. Kedua, memiliki manifestasi kesadaran akan ikatan kekeluargaan sebagai basis ideologis yang paling dasar dan pokok. Ketiga, memiliki manifestasi kesadaran akan bahasa pengikat yang digunakan dalam berkomunikasi (bahasa kedaton/ ngapak) dan komunitas kelas masyarakat banyumasan yang memiliki karakter, akar tradisi dan budaya yang kuat.

Kelompok Sosial dan Akar Primordialisme
Hubungan-hubugan posistif antar manusia selalu bersifat gemeinschaft dan gesellschaft. Paguyuban (gemeinschaft) merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cita dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Kehidupan tersebut dinamakan juga bersifat nyata dan organis. Bentuk paguyuban terutama akan dapat dijumpai didalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga dan lain sebagainya.
Sebaliknya, patembayan (gesellschaft) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana analogi sebuah mesin.

*) Santoso Kesteva, Mantan Ketua HIMACITA 2003-2004. Mahasiswa S2 Sosiologi UGM Yogyakarta.

Ditulis dalam Ngapak Pos | Comments Off

HIMMAH SUCI : Rapat Anggota Tahunan XIX Ahmad Baihaqi Terpilih Jadi Ketua

Ditulis oleh himacita di/pada Juli 4, 2009

Kaliurang—Himpunan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta-Cilacap (Himmah Suci) adalah organisasi Kedaerahan yang Berada Dalam payung HIMACITA dan mempunyai wilayah yang lebih sempit yaitu dalam lingkup UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Himmah suci yang memrupakan organisasi yang cukup tua ± 19 Tahun, sampai sekarang masih tetap eksis berdiri kokoh.
Pada tanggal 09-10 Juni 2009, HIMMAH SUCI baru saja melakukan kegiatan tertinggi yaitu RAT (Rapat Anggota Tahunan), kegiatan tersebut dihadiri ± 50 orang anggota. RAT ini bertemakan “menciptakan ruang kreativitas pengurus serta membangun asas primordialisme untuk meningkatkan loyalitas warga”. Acara yang di buka jam 19.00 di Wisma Pojok Kaliurang, dimulai dengan pembukaan, sambutan ketua panitia (Aziz Abror), ketua HIMMAH SUCI (Eko Faisal Yusuf) dan Ketua HIMACITA(Ahmad Fajri Nida). Terus kemudian dilanjutkan dengan stadium General yang diisi oleh bapak Radino dan Nursayyid Santoso Kresteva. Dalam akhir stadium general kedua pembicara sempat berucap kata sebagai penutup acara tersebut, “ucapan selamat dan semoga lahir gagasan-gagasan baru yang segar dan visioner”, kata pak Radino. dan “bahwa indikasi keberhasilan organisasi adalah kematangan emosional, bukan hanya kapabilitas intelektual dan kredibilitas”, kata Santoso.
Acara dilanjutkan dengan lebih meriah lagi dalam pembahasan sidang Pleno, yang salah satunya adalah laporan pertanggung jawaban pengurus periode 2008-2009 yang bisa diterima oleh warga dengan syarat pengurus demisioner harus selalu mendampingi kepengurusan baru. Suasana yang paling meriah pada akhir acara ketika proses pemilihan calon ketua Himmah Suci periode 2009-2010. Proses pencalonan ini menampilkan Ahmad Baihaqi, Faturrohim, Umar Fatoni.
Ketiga calon ini sangat semangat sekali ketika membacakan visi-misi, dan saling hantam argumen. Pada akhirnya terpilihlah ketua Himmah Suci periode 2009-2010 Ahmad Baihaqi dengan perolehan 19 suara, Faturrohim 7 suara dan Umar Fatoni 6 suara. Acara ini diakhiri dengan nyanyian lagu kebanggaan Cilacap (Cilacap Bercahaya) dan Sumpah Mahasiswa Cilacap.
@umAM

Ditulis dalam Ngapak Pos | Comments Off

AKSI JALAN HIMACITA Tuntut Tegaknya Supremasi Hukum di Cilacap

Ditulis oleh himacita di/pada Juli 4, 2009

Yogyakarta—Puluhan Mahasiswa asal cilacap yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta (HIMACITA) kemarin, sabtu 6 juni 2009 melakukan aksi turun jalan. Dalam aksi yang dimulai dari Tugu dan berakhir di perempatan besar kantor pos ini, HIMACITA menuntut kepada pemerintah Cilacap untuk menegakkan supremasi hukum di Cilacap, “kami hanya menuntut kepada pemerintah untuk tegaknya supremasi hukum di cilacap” kata Koordinator Umum Aksi, Eko Faisal Yusuf.
Prihatin dengan Daerah
Dengan pemberitaan yang selama ini sedang hanngat-hangatnya, terkait isu korupsi di Cilacap, mahasiswa merasa prihatin dengan kondisi tersebut. “Kami meskipun di Jogja
merasa prihatin juga melihat dan mendengar daerah asal kami terbelit isu korupsi, lebih-lebih banyak pejabat yang terlibat”, tambah mahasiswa yang sedang kuliah di UIN Sunan Kalijaga ini. “Ada tanggung jawab moral kepada kami, ketika daerah sedang ada sebuah masalah, salah satunya masalah korupsi”, tambah Koordinator Lapangan, Ahmad Baihaqi.
Aksi yang berakhir pada pukul 12.30 ini, berjalan lancar meskipun menyebabkan kemacetan lalu lintas di perempatan kantor pos besar. Setelah aksi selesai, massa aksi membubarkan diri dan pulang ke Asrama Griya Nusakambangan dengan diantar dengan truk kepolisian Poltabes Yogyakarta.
@Karyanto

Ditulis dalam Ngapak Pos | Comments Off

Aksi Unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta (HIMACITA)

Ditulis oleh himacita di/pada Juni 8, 2009

Kemarin pada tanggal 06 Juni 2009 sekitar jam 09.30 WIB Himpunan Mahasiswa cilacap di Yogyakarta (HIMACITA) melakukan aksi unjuk terkait dengan isu-isu yang akhir-akhir ini sedang menggemparkan media, baik media cetak maupun media lainnya. Terkait dengan isu tersebut yaitu mengenai korupsi, yang dikabarkan di beberapa media salah satunya adalah bapak Probo Yulastoro yang kebetulah menjabat sebagai Bupati Cilacap, serta melibatkan kepala dinas pengelolaan keuangan daerah (DPKD) Cilacap Fajar Subekti, yang keduanya masih dalam status tersangka. Mereka di tahan di LP Kedungpane Semarang yang diduga terlibat beberapa kasus, diantaranya penyimpangan pembayaran retribudi PT PELINDO III Tanjung Intan, korupsi dana operasional kordinasi pengendalian pendapatan daerah tahun 2006, korupsi dana intensif Pajak Bumi dan Bangunan tahun 2005-2006, serta beberapa kasus-kasus lain. dari keseluruhan kasus korupsi diperkirakan mencapai 21,8 Miliar.
Aksi yang dilakukan oleh HIMACITA merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah, sebagia daerah kelahiran. Hal ini dilakukan untuk mendukung penegakkan hukum yang ada Indonesia khususnya di Cilacap, sebab kalau korupsi ini benar-benar terbukti (terjadi) terhadap apa yang dilakukan oleh para pejabat merupakan pembunuhan hak-hak rakyat, “ujar Baihaqi sebagai korlap aksi”.
Aksi yang dimulai dari Tugu Yogyakarta sampai ke perempatan besar kantor Pos mendapat perhatian warga masyarakat di sepanjang jalan tersebut, serta mendapat respon positif ketika massa aksi berorasi didepan kantor Kedaulatan Rakyat dan di depan kantor DPRD DIY dijalan malioboro. Digedung dewan mereka diterima Ketua DPRD DIY Djuwanto yang menyatakan dukungannya untuk menegakkan supremasi hukum terhadap kasus-kasus korupsi dinegara kita Khususnya di Cilacap
Dalam aksi yang berakhir diperempatan kantor pos HIMACITA menyatakan sikapnya yang dipimpin langsung oleh ketua HIMACITA ahmad fajri nida, berikut pernyataannya: Himacita sebagai komunitas intelektual yang kritis dan independent mendorong proses pembangunan daerah, dengan Mempengaruhi proses pengambilan kebijakan publik (influencing), Mengawal jalannya pelaksanaan kebijakan (monitoring), berusaha Memberikan penilaian kritis (evaluating) dan melakukan Pembelaan (advocacy) terhadap dampak negatif pelaksanaan kebijakan di Cilacap. HIMACITA secara kritis menyuarakan aspirasi rakyat kecil dan menuntut ditegakkannya supremasi hukum di Cilacap.
Kami Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta, Menyatakan Sikap dan Menuntut:
1. Tegakkan Supremasi Hukum di Cilacap
2. Usut Tuntas Kasus-Kasus Korupsi di Cilacap
3. Kutuk segala bentuk Penyelewengan dana Rakyat Miskin
4. Ciptakan Iklim Politik yang Kondusif di Cilacap
5. Tolak Politisasi Rakyat Untuk Kepentingan Elit
6. Ciptakan Clean & Good Goverment Birokrasi Cilacap
7. Wujudkan Partisipasi Rakyat dalam Pengambilan Kebijakan
Kepada masyarakat kami mengajak untuk berperan aktif dalam mengawal setiap jalannya kebijakan di cilacap demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan.

Ditulis dalam berita | Comments Off

dapatkah kejati semarang melanjutkan proses kasus dugaan korupsi bupati cilacap

Ditulis oleh himacita di/pada Juni 4, 2009

sejak era demokrasi telah terjadi pergeseran korupsi yang memusat di istana ke korupsi yang lebih terfragmentasi. tentunya seiring dengan perubahan struktur politik dan sistem multi partai pemilu 1999. kebijakan desentralisasi pemerintahan sejak tahun 2000 juga telah mendorong menyebarnya korupsi di tingkat daerah . selain tersebar di berbagai daerah korupsi juga menjalar pada institusi penegak hukum yaitu partai politik, parlemen, polisi, dan pengadilan. empat institusi yang seharusnya berperan besar dalam agenda antikorupsi justru menunjukan catatan yang buruk. terapat banyak fakta dan analisis yang bila ditemukan berhubungan dengan realitas kinerja institusi kepolisian dan kejaksaan dalam sebuah frame work gerakan anti korupsi di indonesia. pertama, banyak kasus korupsi yang diendapkan, di ambangkan atau tidak jelas penanganannya. kedua penanganan perkara korupsi justru diwarnai praktek korupsi.ketiga, minimnya akses masyarakat untuk memperoleh laporan kemajuan penanganan perkara korupsi oleh kejaksaan dan kepolisian. keempat, buruknya koordinasi antara kejaksaan dan kepolisian serta KPK. harusnya KPK pun sebagai lembaga yang memiliki kewenangan luar biasa harus dapat mengambil alih kasus-kasus di daerah apabila sebuah putusan perkara tersebut macet atau tidak jelas penanganannya di kejaksaan. sehubungan dengan kasus yang terjadi di cilacap tentunya hal tersebut menuntut perbaikan kinerja dari para penegak hukum untuk memperbaiki citra kinerjanya. saya yakin secara tidak langsung seluruh masyarakat cilacap berharap banyak agar kejati bekerja secara profesional sehingga nantinya apapun putusan perkara korupsi yang ditujukan kepada bupati cilacap dapat diterima oleh seluruh masyarakat cilacap. tentunya proses dan penegakan hukum harus di utamakan jangan mengutamakan kepentingan sendiri.

Ditulis dalam berita | 1 Komentar »

Sikap Mahasiswa dengan Isu Korupsi di Cilacap

Ditulis oleh himacita di/pada Juni 3, 2009

Cilacap merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk relatif tinggi di wilayah Jawa Tengah. Lebih dari 2 juta penduduk yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada bertani ini, menempati kabupaten yang mempunyai 24 kecamatan. Secara kuantitas penduduk cilacap memang tinggi, dan ini menjadi tugas utama bagi pemerintah daerah untuk memperhatikan hak-hak masyarakat, mulai dari pendidikan, kesejahteraan, kesehatan dan keadilan. Dengan slogan daerah yang “Pro Investasi” kita berharap ada korelasi antara pembangunan industri didaerah dengan membaiknya kualitas hidup masyarakat cilacap. Setidaknya dengan adanya Pertamina, Semen Holcim, PLTU dan beberapa kapitalis yang lain, pendapatan daerah meningkat, angka pengangguran menurun, dan kesejahteraan masyarakat terjamin. Ini semua akan terealisasi apabila didukung oleh semua elemen di Cilacap. Mulai dari pengambil kebijakan, Investor, dan masyarakat. Namun kami prihatin dengan pemberitaan publik akhir-akhir ini, yang mengatakan Bupati Cilacap terganjal kasus Korupsi yang merugikan uang Negara sampai 20 M lebih. Kami prihatin pertama, kami termasuk bagian integral dari masyarakat yang merasa di “curi” hak-haknya. Kedua, dimata publik dan hukum, cilacap mendapat nilai merah dengan adanya pemberitaan tersebut. Kalau mengikuti ulasan pemberitaan, Sampai kami menulis ini proses hukum sedang berjalan, dan selasa 2 juni 2009 bupati cilacap diperiksa oleh kejaksaan tinggi semarang, yang seharusnya diperiksa tanggal 27 mei 2009 namun mangkir lantaran belum ada pengacara yang cocok. Kami berharap dan mendukung kepada Kejati untuk melaksanakan tugas sesuai prosedurnya , mulai dari penafsiran informasi, pemeriksaan pendahuluan, penyimpulan cukup bukti dan putusan pemenjaraan oleh aparat hukum jika yang bersangkutan terbukti bersalah. Selesaikan kasus-kasus yang terjadi di cilacap, berikan hukuman jika pelaku terbukti bersalah dan segera bebaskan jika ia tidak terbukti. Ini semua demi tegaknya hukum di Cilacap pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kepada masyarakat kami mengajak untuk selalu berperan aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan, dan jalannya proses hukum agar cilacap benar-benar BERCAHAYA. Kepada kaum Intelektual muda kembangkan jiwa kritismu dalam menjalankan peranan social control, sehingga terjadi adanya perimbangan opini untuk menciptakan cilacap yang sejahtera, bermartabat, dan Bercahaya.

Ditulis dalam artikel | Comments Off

perkenalan kesustraan dan bahasa dalam tingkat sekolah menengah atas

Ditulis oleh himacita di/pada April 29, 2009

bujang desa wraiter

sebuah sistem pendidikan tanpa adanya pembelajaran khusus tentang berarti sama halnya dengan mengamati sebuah lukisan tanpa melibatkan rasa untuk menikmati objek itu secara detail. dimana subjek (pelajar) hanya akan mengidentifikasi lukisan dalam satuan ukuran bentuk, bukan esensi tentang apa yang sebenarnya ingin disampaikan dari obyek yang diamati. tentu saja bahasa dilihat dai persepektif pendidikan (terutama) dalam tingkatan SMA atau yang sederajat sangatlah penting, sebab tidak mungkin pendidikan berjalan tanpa pengenalan kultur yang menopang tradisi, dan dalam hal ini bahasa bisa memberikan tawaran lebih terutama lewat sastra. dengan sastra seorang pelajar bisa mengetahui sejarah yang membentuk karakter bangsanya melalui para pengarang dann tentusaja karya-karya yang dihasilkan, karena sastra tidak melulu melahirkan fiksi, banyak karya sastra yang juga mengupas tentang tatanan kultur dan lokal wisdom bahkan politik misal saja karyakarya pramudya ananta toer, ahmad tohari dan banyak lagi lainnya.

memang benar ada disiplin lain dalam ilmu-ilmu kebudayaan dan sosial tetapi saya kira disiplin ituhanya mengenal masyarakat secara struktur saja atau pengenalan-pengenalan singkat dalam teorema-teorema, maka hal yang lebih dalam tentang usaha utuk mengetahui tradisi dan watak masyarakatnya secara lebih intuitif saya kira studi yang spesifik tentang bahasa (sastra) lebih menjanjikan. juga tidak bermaksud untuk meminggirkan (atau menganggap tidak penting) wilayah disiplin-disiplin sosial dalam satuan kurikulum tingkat SMA, akan tetapi perkenalan lebih dini tentang watak publik dalam tradisi-tradisi tertentu sebagai bentuk pemahaman siswa tentang bagaimana pola perkembangan dalam persepektif kebudayaan secara lebih luas melalui kesusastraan, kiranya dapat menjadi langkah lebih lanjut setelah siswa “mengenalnya” dalam konstruksi teori secara sosiologis.

Ditulis dalam LANDASAN | Comments Off

budaya-budaya

Ditulis oleh himacita di/pada April 24, 2009

DAERAH DAN PENDUDUK LAMPUNG TENGAH A. DAERAH Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Sejak diundangkannya Undang-undang Nomor 12 tahun 1999, Kabupaten Lampung Tengah mengalami pemekaran menjadi dua kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Lampung Tengah sendiri, Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro. Seiring otonomi daerah serta pemekaran wilayah, ibukota Kabupaten Lampung Tengah yang semula berada di Kota Metro, pada tanggal 1 Juli 1999 dipindahkan ke Kota Gunung Sugih. Kegiatan pemerintahan dengan skala kabupaten dipusatkan di Kota Gunung Sugih sedangkan kegiatan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kota Bandar Jaya. Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur Sumatera Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang. Kabupaten Lampung Tengah memiliki sarana prasarana jalan yang strategis seperti adanya jalan trans Sumatera, jalan regional yang menghubungkannya dengan Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Lampung Selatan, jalan lintasan rel kereta api serta jaringan jalan lokal yang menghubungkan antar kecamatan dan kampung dengan ibukota kabupaten. Ruas-ruas jalan ini merupakan jaringan transportasi yang menghubungkan dari satu tempat ke tempat lainnya, baik di dalam kabupaten sendiri maupun luar daerah. 1. Geografi Kabupaten Lampung Tengah yang beribukota kabupaten Kota Gunung Sugih ini, meliputi areal daratan seluas 4.789,82 km2, terletak pada bagian tengah Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Tengah berbatasan dengan: a. Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur disebelah timur. b. Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Utara disebelah utara. c. Kabupaten Lampung Selatan disebelah selatan. d. Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat disebelah barat. Secara geografis, daerah Kabupaten Lampung Tengah berada pada kedudukan: – Timur-Barat antara : – 104 derajat 35’ Bujur Timur s/d 105 derajat 50’ Bujur Timur. – Utara-Selatan : – 4 derajat 30’ Lintang Selatan s/d 4 derajat 15’ Lintang Selatan. 2. Topografi Daerah Lampung Tengah dapat di bagi ke dalam 5 (lima) unit Topografi yakni: a. Daerah topografi berbukit sampai bergunung b. Daerah topografi berombak sampai bergelombang c. Daerah dataran alluvial d. Daerah rawa-rawa pasang surut e. Daerah sungai a. Daerah Topografi Berbukit sampai Bergunung Kabupaten Lampung Tengah memiliki topografi berbukit dan bergunung. Daerah ini terdapat di Kecamatan Padang Ratu dengan ketinggian rata-rata 1.600 m dari permukaan laut. Di Lampung Tengah juga terdapat Anak Gunung yang berada di Kecamatan Selagai Lingga dan Gunung Tangkitangan di Kecamatan Pubian. Anak Mountain (Anak Gunung) yang ada di Selagai Lingga memiliki ketinggian 1.614 m dan Tangkitangan Mountain (Gunung Tangkitangan) di Pubian berketinggian 1.613 m dari permukaan laut. b. Daerah Topografi Berombak Sampai Bergelombang Adapun ciri-ciri khusus daerah ini adalah terdapatnya bukit-bukit rendah yang dikelilingi dataran-dataran sempit, dengan kemiringan antara 8% sampai 15% dan ketinggian antara 300 m sampai 500 m dari permukaan air laut. Jenis tanaman perkebunan di daerah itu biasanya ditanami kopi, cengkeh, lada serta tanaman pangan seperti padi, jagung, kacang-kacangan dan sayur-sayuran. c. Daerah Dataran Alluvial Dataran ini sangat luas, meliputi hampir keseluruhan wilayah Lampung Tengah sampai mendekati pantai timur, juga merupakan bagian hilir dari sungai-sungai besar seperti Way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggian daerah itu berkisar antara 25 meter sampai dengan 75 meter dari permukaan laut. Sementara tingkat kemiringan daerahnya berada pada titik 0% sampai 3%. d. Daerah Rawa-rawa Pasang Surut Daerah ini terletak di sepanjang pantai timur Kabupaten Lampung Tengah. Menggenangnya air menurut pasang surut air laut. Daerah itu mempunyai ketinggian antara 0,5 sampai 1 meter diatas permukaan laut (pl). e. Daerah Sungai Daerah Lampung Tengah terdapat 2 (dua) dari 5 (lima) daerah aliran sungai di Provinsi Lampung, yaitu Sungai/Way Seputih dan Sungai/Way Sekampung. Sungai/Way Seputih Sungai/Way Sekampung Luas 7.550 km2 Panjang keseluruhan 965 km2 Jumlah cabang 14 buah Densiti pola aliran 0,13 Frekuensi pola aliran 0,0019 Luas 5.675 km2 Panjang keseluruhan 623 km2 Jumlah cabang 12 buah Densiti pola aliran 0,11 Frekuensi pola aliran 0,0021 Selain Way Seputih dan Way Sekampung, Kabupaten Lampung Tengah juga dialiri oleh beberapa sungai yang lain, seperti: Way Waya, Way Ketaya, Kali Pasir, Way Besi, Kali Macas, Way Tipo, Way Pengakuan, Way Tatayan, Way Pubian, Kali Punggur, Way Raman, Way Bening, Way Keliwang, Way Buring, Way Pengubuan dan Way Pengandungan. Sementara untuk proses pembentukan tanah di Lampung Tengah, pada prinsipnya sangat ditentukan oleh faktor bahan induk dan iklim. Bahan induk serta iklim yang ada itu cukup berpengaruh terhadap proses pembentukannya. Sedangkan jenis tanahnya berkaitan erat dengan keadaan bentuk lahan. Pada beberapa belahan wilayah, jenis tanah memiliki perbedaan. Hal itu dikarenakan faktor bahan induk dan iklim suatu daerah yang pada letak tertentu berlainan. Adapun jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Lampung Tengah relatif dominan terhadap jenis tanah asosiasi Possolik Kekuningan serta Podsolik Merah Kuning. Berdasarkan karakteristik topografi, wilayah tanah usaha di Lampung Tengah dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) golongan. Kelompok ini dibedakan berdasarkan tanah usaha, letak maupun kegunaannya. a. Tanah Usaha Khusus I Tanah usaha ini terletak pada ketinggian 0 (nol) sampai dengan 7 (tujuh) meter dari permukaan laut (pl) yang tersebar di daerah-daerah pertemuan air. Sebagian besar daerah itu secara periodik lebih banyak tergenang air daripada dataran lain. Karena daerahnya sendiri berada didataran rendah dan dekat dengan sumber perairan laut. Tempat tersebut terus menerus digenangi air atau dapat pula tergantung pada besar kecilnya volume air yang tertampung di tempat dimana air tersebut berada. b. Tanah Usaha Utama IA dan B Tanah usaha utama IA dan IB adalah lahan yang terletak pada ketinggian 7 (tujuh) sampai dengan 40 (empat puluh) meter dari permukaan laut (pl). Biasanya tanah usaha utama ini banyak dipergunakan untuk bendungan-bendungan besar dan pada ketinggian ini sebagian besar dipergunakan untuk usaha pertanian sawah maupun lahan pertanian lainnya. c. Tanah Usaha Utama IC Tanah usaha utama IC berada pada ketinggian 50 (lima puluh) sampai dengan 100 (seratus) meter dari permukaan laut yang merupakan bagian dari daerah persawahan yang relatif baik. Namun biasanya daerah seperti ini dapat diairi relatif kurang pada saat tertentu. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh iklim dan cuaca yang pada bulan-bulan tertentu bisa berubah sesuai dengan kondisi alam serta perubahan musim. d. Tanah Usaha Utama ID Tanah usaha utama ID merupakan lahan yang terletak pada ketinggian 100 (seratus) sampai dengan 500 (lima ratus) meter dari permukaan laut, dengan kondisi permukaan yang sudah agak bergelombang. Kondisi itu bisa saja disebabkan letak geografis tanah. e. Tanah Usaha Utama II Tanah usaha utama II berada pada ketinggian 500 (lima ratus) sampai dengan 1000 (seribu) meter dari permukaan laut yang merupakan daerah peralihan antara daerah beriklim panas dengan beriklim sedang. Dalam penguasaan hak atas tanah, status tanah adalah ketetapan tentang kepastian hukum atas tanah yang dikuasai. Di Kabupaten Lampung Tengah, hal tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa hak seperti hak milik adat, hak guna usaha, hak pakai, hak pengolahan, tanah adat, tanah negara yang diperuntukkan dan tanah kehutanan. 3. Geologi Pada ketinggian ini terdapat aliran lahar asam batuan gunung berapi yaitu Tuffa Lampung yang hampir meliputi seluruh daerah Lampung Tengah dengan tanah Latosol dan Podsolik. Sementara pada ketinggian 50 (lima puluh) sampai dengan 500 (lima ratus) meter terdapat bahan Tuffa Lampung yang makin ke barat semakin tinggi letaknya, terdiri dari endapan gunung berapi (Plistosen). Di bagian utara wilayah itu terdapat formasi Lampung anggota bawah dari formasi Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Sementara dari data diketahui bahwa untuk di wilayah Kecamatan Kalirejo dan Kecamatan Bangunrejo terdapat batuan terobosan, granit Seputih dan batuan metamorf. Di daerah tersebut bila melihat kenyataan yang ada mempunyai potensi sumber bahan galian berupa batu gamping. Data tentang endapan mineral di daerah Lampung Tengah, dapat diiventarisir dengan adanya berbagai bahan-bahan tambang (endapan mineral) yang diantaranya: endapan batubara muda terdapat pada lapisan sedimen dan formasi endosit tua, yakni di Kecamatan Padang Ratu. Endapan mineral ini merupakan potensi bahan tambang bagi Lampung Tengah. 4. Klimatologi Pada umumnya klimatologi Lampung Tengah adalah sama dengan klimatologi daerah Provinsi Lampung lainnya, yaitu: Arus Angin, terletak dibawah garis khatulistiwa 5 derajat lintang selatan beriklim tropis-humid dengan angin laut yang bertiup dari Samudera Indonesia dengan arah angin setiap tahunnya, Yaitu: (1) Pada bulan November-Maret angin bertiup dari arah barat dan barat laut. (2) Pada bulan Juli-Agustus angin bertiup dari arah timur dan tenggara. Kecepatan angin rata-rata 5,83 km/jam. Temperatur, pada daerah dataran dengan ketinggian 30-60 m temperatur maksimum yang sangat jarang dialami adalah 33 C dan temperatur minimum 22 C. Kelembaban udara sekitar 80%-88% dan ternyata akan lebih tinggi. 5. Kehutanan Di lihat dari potensi yang ada, Kabupaten Lampung Tengah merupakan suatu daerah di Provinsi Lampung yang mempunyai wilayah hutan cukup luas. Adapun luas wilayah hutan Lampung Tengah berdasarkan Tataguna Hutan Kesepakatan (TGHK), sampai dengan tahun 1998 tercatat mencapai 77.071,00 hektar, terdiri dari: Hutan lindung seluas 31.815,00 hektar, Hutan suaka marga satwa seluas 4.200,00 hektar, Hutan produksi tetap seluas 12.000,00 hektar dan Hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 29.056,00 hektar. Hutan-hutan tersebut berada di sejumlah daerah dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah sebagai potensi alam yang dapat dikembangkan bagi sumber pendapatan daerah. Tabel 1. Letak, Luas dan Fungsi Hutan di Kabupaten Lampung Tengah. No. Letak Regis-ter Luas Fungsi 1. Kota Agung Utara 39 102.110 Hutan Lindung seluas 17.647 2. Way Waya 22 9.895 Hutan Lindung seluas 5.118 3. Way Rumbia 8 5.666,72 Hutan Lindung seluas 5.666,72 4. Way Terusan 47 12.500 Hutan Produksi seluas 12.500 *) Data terakhir tahun 2003, pen.dok 6. Pariwisata Taman Budaya Kabupaten Lampung Tengah Di sektor pariwisata, Kabupaten Lampung Tengah juga memiliki beragam objek wisata dan daya tarik wisata yang tersebar di sejumlah wilayah daerah. Kondisi geografis yang menguntungkan telah pula menjadikan alamnya menyimpan berbagai macam panorama. Tempat-tempat ini merupakan objek pariwisata yang dimiliki Lampung Tengah dan mempunyai daya tarik tersendiri. Objek wisata tersebut, berupa: objek wisata alam, objek wisata budaya, objek wisata agro dan objek wisata minat khusus. Bila melihat kondisi alam yang ada, industri pariwisata di kabupaten ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Di Kabupaten Lampung Tengah setidaknya menyimpan beragam objek wisata yang berada di sejumlah tempat. Sektor pariwisata itu diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan asli daerah dengan keragaman daya tarik yang dimiliki. Adapun potensi objek wisata yang diunggulkan Lampung Tengah, diantaranya: 1. Objek Wisata Alam Air Terjun Curup Tujuh. Objek wisata alam yang berlokasi di Kampung Marga Jaya Kecamatan Padang Ratu ini memiliki nuansa tersendiri. Air terjun tersebut mempunyai tujuh tingkatan air terjun diantara cela bebatuan yang terletak ditengah areal hutan dengan kondisi alam yang masih alami. Selain untuk berekreasi, dialiran air terjun, pengunjung dapat mandi dan menikmati sejuknya alam pegunungan yang terdapat di sini. Jarak tempuh dari Gunung Sugih menuju Air Terjun Curup Tujuh ini adalah 32 km. Danau Telogo Rejo. Danau yang berlokasi di Kampung Sendang Baru Kecamatan Sendang Agung ini merupakan objek wisata tirta yang terletak di wilayah perbukitan. Kondisi alamnya yang masih alami memungkinkan pengunjung untuk berekreasi ke tempat itu. Kegiatan yang bisa dilakukan di danau diantaranya dayung dan lintas alam. Cocok pula untuk rekreasi keluarga. Suasana danau yang tenang dan asri setidaknya memungkinkan pengunjung berkunjung ke tempat tersebut. Danau Telaga Rejo ini terletak sejauh 71 km dari Gunung Sugih. Danau Bekri. Danau yang berlokasi di Kecamatan Bekri ini, merupakan danau alam yang terbentuk dari dua buah danau kecil dan berada diantara perkebunan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII). Di tengah danau terdapat gundukan tanah yang ditumbuhi pepohonan. Untuk mencapainya ada jembatan sebagai penghubung dan dipulaunya terdapat tempat bersantai/peristirahatan. Dari pusat ibukota kabupaten, untuk menjangkau tempat tersebut dapat melalui Kampung Wates Kecamatan Bumiratu Nuban atau dari Gotongroyong Kecamatan Gunung Sugih. Jarak tempuh dari Gunung Sugih menuju Danau Bekri ini adalah sejauh 24 km. Taman Rekreasi Tirta Gangga. Objek wisata yang berlokasi di Kampung Swastika Buana (SB) 13 Kecamatan Seputih Banyak ini merupakan wisata tirta yang tidak kalah menariknya. Objek wisata ini berjarak 36 km dari Gunung Sugih. Di buat tahun 1975 yang fungsi utamanya adalah sarana irigasi bagi beberapa daerah disekitarnya, seperti SB 12, SB 13 dan Rumbia. Danau yang memiliki luas sekitar 200 hektar ini terletak di tengah pemukiman warga keturunan Bali. Di objek wisata tersebut dapat di lihat Pura dan Patung Hanoman yang berada di tengah danau. Pada waktu tertentu, di tempat itu sering diadakan upacara ritual dengan tata cara adat istiadat dan tarian tradisional Bali. Gua Maria. Objek wisata ini terletak di Kecamatan Seputih Mataram (24 km dari Gunung Sugih). Gua Maria identik dengan ritus umat Kristiani. Dari pusat ibukota Kabupaten Lampung Tengah, untuk menjangkau tempat ini, pengunjung dapat melalui Kelurahan Bandarjaya Timur (perempatan Kota Bandarjaya arah ke Merapi) Kecamatan Terbanggi Besar. 2. Objek Wisata Budaya Rumah Adat di Kecamatan Gunung Sugih. Di Kecamatan ini akan dijumpai rumah adat milik masyarakat setempat yang memiliki ciri khas tersendiri. Gunung Sugih yang merupakan salah satu ‘Kampung Tua’ di Kabupaten Lampung Tengah tersebut dapat pula dijadikan objek wisata Budaya. Sejumlah nuwo milik masyarakat yang masih bercirikan kultur Lampung dengan rumah-rumah panggungnya yang khas dapat ditemui di tempat ini. Panggung Kesenian Bali di Kecamatan Seputih Raman. Ditempat ini akan dilihat panggung kesenian yang bercirikan khas masyarakat Bali yang ada di Kabupaten Lampung Tengah. Di panggung itu terlihat Ornamen Bali yang menonjol. Jarak tempuh dari Gunung Sugih menuju objek wisata ini adalah 22 km. 3. Objek Wisata Agro Perkebunan dan Pengalengan Nenas PT. Great Giant Pineapple (PT. GGP). PT. GGP berlokasi di Kecamatan Terbanggi Besar. Great Giant Pineapple didirikan sekitar tahun 1984. Ditempat ini akan dijumpai ribuan hektar perkebunan nenas dan pabrik pengolahan nenas kaleng kualitas eksport dengan menyerap ribuan karyawan-karyawati yang dipekerjakan di sini. Objek wisata ini dapat ditempuh dalam jarak 6 km dari Gunung Sugih. Perkebunan Tebu dan Pabrik PT. Gunung Madu Plantations (PT. GMP). Perusahaan besar penghasil gula ini berlokasi di Gunung Batin, 28 km dari Gunung Sugih. Di sini akan ditemui ribuan hektar perkebunan tebu, pabrik pengolahan serta menyerap ribuan karyawan-karyawati, baik dari dalam maupun luar daerah. PT. GMP didirikan dalam tahun 1975 dan memilih Provinsi Lampung bagi pengembangan industri gula. Gunung Madu Plantations merupakan perusahaan swasta asing dan swasta nasional berstatus PMA yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment (Hongkong) Ltd. Di perusahaan ini tumbuh keahlian di bidang pertebuan dan pergulaan lahan kering yang sudah teruji, berupa para profesional dan manajer di bidang pergulaan. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan oleh kalangan yang lebih luas demi kemajuan industri gula nasional. Potensi GMP itupun sangat besar peranannya saat dilibatkan dalam mengangkat produksi PT. Gula Putih Mataram tahun 1991 dan membuka PT. Sweet Indo Lampung, PT. Indo Lampung Perkasa dan PT. Pemuka Sakti Manis Indah. Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Bekri, Kecamatan Terbanggi Besar dan Kecamatan Padang Ratu. Di tempat ini akan dijumpai perkebunan kepala sawit yang menghijau. Perkebunan kelapa sawit di sini telah lama di kelola dan menghasilkan minyak sawit dalam jumlah yang tidak sedikit. 4. Objek Wisata Minat Khusus Pemancingan Ikan di sepanjang Way Seputih seperti di Kecamatan Rumbia dan Seputih Surabaya. Way Seputih yang memanjang itu telah pula menghadirkan panorama alam dan sungai dengan berbagai jenis ikan yang hidup di dalam diperairannya. Way Seputih memiliki luas 7.550 km2 dan memiliki kepanjangan 965 km2. Sedangkan jumlah cabang-cabang sungai sebanyak 14 anak sungai. Meliputi anak-anak sungai yang berada di kecamatan yang dilaluinya. B. PENDUDUK Penduduk Lampung Tengah terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang. Masyarakat pribumi; warga penduduk asli yang sudah lama menetap bahkan turun temurun mendiami tempat ini. Sedangkan masyarakat pendatang adalah penduduk pendatang yang tinggal dan menetap di sini. Penduduk pendatang terbagi lagi menjadi 2 (dua) unsur yakni pendatang lokal/suku Lampung dari luar Lampung Tengah dan pendatang dari luar kabupaten (bukan asli suku Lampung) dan luar provinsi. Provinsi Lampung yang telah terlanjur dinobatkan dengan sebutan ‘Indonesia Mini’ karena keanekaragaman suku-suku bangsa bermukim di tempat ini (karena adanya transmigran dan pendatang lainnya), juga tak terkecuali dengan Lampung Tengah. Kabupaten yang dimekarkan tahun 1999 itu sendiri, selain didiami penduduk pribumi banyak pula masyarakat pendatang yang berdiam serta menetap. Berbagai suku bangsa seperti Jawa, Bali, Sunda, Palembang, Padang, Batak dan sebagainya mendiami belahan daerah-daerah Kabupaten Lampung Tengah. Bila melihat perkembangannya, pembauran masyarakat yang ada di Lampung Tengah secara garis besar dikarenakan dulu adanya transmigrasi sejumlah kelompok masyarakat terutama dari Pulau Jawa dan Bali. Selebihnya adalah penduduk pendatang lain yang pindah serta menetap di sini. Mereka membaur dalam kelompok masyarakat. Dari waktu ke waktu pertumbuhannya semakin meningkat sehingga menjadi bagian dari masyarakat Lampung Tengah seperti halnya penduduk pribumi. Penyebaran penduduk melalui program transmigrasi terhadap sejumlah masyarakat terutama dari luar pulau ke Kabupaten Lampung Tengah sebenarnya sudah ada sejak kolonial Belanda. Kepindahan penduduk pendatang dari luar daerah masih berlangsung setelah kemerdekaan. Bahkan perpindahan tersebut jumlahnya cukup banyak. Sebagian besar para transmigran yang datang ke Kabupaten Lampung Tengah, ditempatkan di beberapa district. Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 (dua puluh empat) objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 (empat) objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa. Areal penempatan atau daerah kerja yang dijadikan objek penempatan transmigrasi di daerah Lampung, umumnya berasal dari tanah-tanah marga, baik yang diserahkan langsung kepada Direktorat Transmigrasi oleh pemerintah daerah setempat melalui prosedur penyerahan maupun bekas-bekas daerah kolonisasi dulu, seperti objek-objek transmigrasi di daerah Lampung Tengah. Demi tercapainya integrasi dan assimilasi dengan penduduk setempat (pribumi) serta dalam rangka pemekaran daerah dari jumlah objek-objek transmigrasi tersebut, secara berangsur-angsur telah pula dilakukan penyerahannya kepada Pemda setempat. Selanjutnya objek-objek transmigrasi yang sudah diserahkan itu sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah yang bersangkutan, baik secara tehnis administratif maupun pembinaan dan pengembangannya. Seiring penyebaran dan pemerataan penduduk di Kabupaten Lampung Tengah, laju pertumbuhannya kian bertambah dari tahun ke tahun. Setidaknya, setelah Lampung Tengah menjadi tujuan trasmigrasi, pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Peningkatan pertumbuhan tersebut tentu saja disebabkan adanya para pendatang dalam jumlah cukup besar melalui perpindahan ini. Beragam suku, bahasa, agama dan adat istiadat telah pula mewarnai kehidupan penduduknya. Pada sejumlah tempat, akan ditemui perkampungan masyarakat yang masih sesuku dengan adat budayanya, percakapan sehari-hari yang mempergunakan bahasa daerah masing-masing, sarana ibadah menurut kepercayaannya dan lain-lain. Perpindahan sekelompok masyarakat ini memunculkan pembauran antara pribumi dan pendatang. Mereka membaur serta berinteraksi dalam kemajemukan yang sudah terjalin. Menurut Undang-undang (UU) No. 3 Tahun 1972, Transmigrasi adalah kepindahan atau perpindahan penduduk dengan sukarela dari suatu daerah ke daerah yang ditetapkan di dalam wilayah negara Republik Indonesia atas dasar alasan-alasan yang di pandang perlu oleh negara. Sedang transmigran, merupakan setiap warga negara Republik Indonesia yang secara sukarela dipindahkan atau dipindah menurut pengertian sebagaimana yang di pandang perlu oleh negara. Kampung paling dominan di Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat suku Jawa. Agama yang dianut mayoritas Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu. Sebagian besar dari masyarakat ini tadinya bermula dari transmigran yang ditempatkan di Lampung Tengah waktu itu. Mereka berasal dari bagian tengah dan timur pulau Jawa. Didalam pergaulan hidup sehari-hari di kampung, mereka mempergunakan bahasa Jawa sebagai penutur. Menurut penuturannya, untuk mengucapkan bahasa Jawa, seseorang harus memperhatikan serta bisa membedakan keadaan orang yang diajak bicara maupun yang sedang dibicarakan. Perbedaan itu berdasarkan usia atau status sosialnya. Sebab pada prinsipnya, jika di tinjau dari krateria tingkatannya bahasa daerah ini terdiri dari bahasa Jawa Ngoko dan Krama. Berbahasa Jawa Ngoko di pakai bagi orang yang telah di kenal akrab, terhadap orang lebih muda usianya serta lebih rendah derajat atau status sosialnya. Lebih khusus lagi adalah bahasa yang di sebut Ngoko Lugu dan Ngoko Andap. Sedangkan bahasa Jawa Krama digunakan terhadap orang yang belum di kenal akrab tapi sebaya baik umur maupun derajat. Dapat juga di pakai bagi yang lebih tinggi umur serta status sosialnya. Ada pula bahasa Krama Inggil yang terdiri dari sekitar 300 kata. Digunakan untuk menyebutkan nama-nama anggota badan, benda milik, sifat, aktivitas dan emosi-emosi dari orang lebih tua maupun tinggi derajat sosialnya. Selain itu, ada juga penuturan yang di sebut bahasa Kedaton atau Bagongan, bahasa Krama Desa dan bahasa Kasar. Di lingkungan setempat, terutama dalam pergaulan hidup sehari-hari masyarakat Jawa di Kabupaten Lampung Tengah, bahasa yang digunakan lebih banyak menuturkan bahasa Jawa Kasar atau Jawa Pasaran. Penuturan ini lebih gampang di mengerti dan sering di pakai di dalam bercakap-cakap. Bahkan tidak sedikit suku lain mampu bercakap-cakap mempergunakan bahasa Jawa tersebut. Masyarakat suku Jawa di Lampung Tengah masih memegang teguh kultur daerah asal. Hal ini nampak jelas terlihat dari bahasa yang digunakan, sistem kekerabatan serta kebudayaan yang ada di lingkungan setempat. Berbagai kesenian tradisional Jawa seperti: Jaranan, Reog Ponorogo dan Campursari terlihat seringkali di tanggap, baik di saat perayaan pernikahan, hari besar nasional dan lain-lain. Selain suku Jawa, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Sunda namun jumlahnya tak sebanyak suku Jawa. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Dilingkungan setempat, mereka menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa percakapan. Pemakaiannya dikenal atas tiga tingkatan, yaitu: bahasa Sunda lemes, sedang dan kasar. Bahasa Sunda lemes sering digunakan untuk berhubungan dengan orang tua, orang yang dituakan ataupun yang dihormati dan disegani. Bahasa Sunda sedang dipakai antara orang setaraf, baik tingkat umur maupun status sosial. Sedangkan bahasa Sunda kasar dipergunakan oleh atasan terhadap bawahan, juga sering digunakan oleh menak terhadap cacah dan terhadap sesama mereka yang sesuku. Pola kebudayaan Sunda masih tampak dilingkungan masyarakat suku Sunda yang bermukim di Kabupaten Lampung Tengah. Kenyataan itu terlihat dari bahasa daerah yang dituturkan, sistem kekerabatan serta kebudayaan yang berkembang dilingkungan mereka. Beberapa kesenian tradisional baik berupa bebunyian maupun tari-tarian acapkali digelar saat ada prosesi penting. Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini. Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat mempergunakan bahasa Bali sebagai penutur. Bahasa Bali masih termasuk keluarga bahasa-bahasa Indonesia. Dari perbendaharaan kata serta strukturnya, bahasa Bali tidak jauh berbeda dengan bahasa-bahasa Indonesia lainnya. Peninggalan-peninggalan prasasti dari zaman Bali-Hindu menunjukkan adanya suatu bahasa Bali kuno yang agak berbeda dengan bahasa Bali sekarang. Di samping mengandung banyak kata-kata Sansekerta, pada masa kemudiannya terpengaruh juga oleh bahasa Jawa kuno semasa Majapahit. Bahasa Bali mengenal pula apa yang dinamakan perbendaharaan kata-kata hormat meski tidak sebanyak di dalam bahasa Jawa. Penuturan bahasa Bali memiliki dialek khas. Memasuki kampung-kampung masyarakat suku Bali terlihat khasanah yang begitu menonjol. Kehidupan keagamaan dan seni ukir Bali sangat akrab dilingkungan penduduknya. Tempat melakukan ibadat agama Hindu-Bali disebut Pura. Dalam kehidupan keagamaan, mereka percaya akan adanya satu Tuhan, dalam konsep Trimurti, Yang Esa. Trimurti mempunyai tiga wujud atau manifestasi, yakni wujud Brahmana; yang menciptakan, wujud Wisnu; yang melindungi dan memelihara serta wujud Siwa; yang melebur segalanya. Di samping itu, orang Bali juga percaya pada dewa dan roh yang lebih rendah dari Trimurti serta yang mereka hormati dalam upacara bersaji. Kebudayaan Bali sebagai bagian dari budaya masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah, terlihat pada lingkungan kampung-kampung bersuku Bali yang bermukim di daerah ini. Adat istiadat serta kebudayaan lainnya berkembang dengan sendirinya seiring perputaran waktu. Berbagai kesenian baik seni rupa, seni pahat, seni musik dan tari tetap menjadi khasanah daerah. Sementara itu, di kabupaten ini ada pula kelompok masyarakat suku Bugis-Makasar. Sebagian besar dari masyarakat suku Bugis-Makasar bertempat tinggal di daerah pesisir, terutama di Kecamatan Bandar Surabaya. Walaupun jumlah penduduknya tidak banyak namun di Kabupaten Lampung Tengah mereka sudah dikenal sejak dulu sebagai suku pelaut. Di daerah pedalaman (sekitar pusat ibukota kabupaten) jarang sekali ditemui kelompok orang Bugis-Makasar. Bahasa penutur kelompok masyarakat ini mempergunakan bahasa Bugis-Makasar sebagai bahasa percakapan. Biasanya penggunaan bahasa daerah lebih sering di pakai di dalam lingkungan keluarga maupun sesama suku. Keberadaan mereka di Lampung Tengah pada awalnya atas inisiatif sendiri atau bukan atas dasar pentransmigrasian. Karenanya masyarakat Bugis-Makasar tidak banyak berdiam pada sebuah kampung tetapi hidup membaur dengan suku-suku lain di daerah belahan pesisir umumnya. Sekarang ini, di Kabupaten Lampung Tengah berdiam berbagai macam suku-suku bangsa dalam jumlah yang tidak sebanyak suku Jawa, Sunda, Bali maupun Bugis-Makasar. Suku-suku bangsa seperti Ogan, Palembang, Padang, Batak dan lainnya telah menjadi bagian dari penduduk kabupaten ini. Satu sama lain berinteraksi serta menyesuaikan diri dengan lingkungan masing-masing, tempat dimana mereka tinggal dan menetap. Jumlah penduduk Lampung Tengah berdasarkan Sensus penduduk tahun 1971 berjumlah 997.349 jiwa, Sensus penduduk tahun 1980 berjumlah 1.690.947 jiwa dan hasil Sensus tahun 1990 meningkat menjadi 1.901.630 jiwa dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 5.97% pertahun. Periode tahun 1971-1980 menurun menjadi 1.18% pertahun pada periode tahun 1980-1990. Sedangkan rata-rata laju pertumbuhan penduduk untuk tahun 1980-1990 juga menurun menjadi sebesar 2,67% per tahun. Berdasarkan rata-rata pertumbuhan penduduk pada periode tahun 1971-1980, baik di Kabupaten Lampung Tengah maupun Provinsi Lampung pertumbuhannya masih cukup tinggi. Bahkan untuk Lampung Tengah mencapai 5,79%, lebih tinggi bila dibandingkan dengan Provinsi Lampung yang mencapai 5,77%. Kondisi ini terjadi karena pada periode tersebut Lampung merupakan daerah tujuan transmigrasi dan Lampung Tengah merupakan daerah yang cukup diminati oleh para transmigran, terutama dari pulau Jawa. Dengan adanya kebijaksanaan pemerintah Daerah Tingkat I (Dati I) berupa tertutupnya daerah Lampung sebagai daerah tujuan transmigarasi, di samping dicanangkannya gerakan Keluarga Berencana (KB), maka rata-rata pertumbuhan penduduk Lampung pada periode tahun 1980 sampai dengan 1990 dapat ditekan hingga menjadi 2,67% per tahun. Bahkan untuk Kabupaten Lampung Tengah jadi lebih kecil lagi menyusut sampai 1,18% pertahun. Sementara berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 angka sementara laju pertumbuhan penduduk di Lampung Tengah 0,85%. Berdasarkan sex ratio atau perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan (berdasarkan jenis kelamin) pada periode tahun 1971 sampai dengan 1980 di Kabupaten Lampung Tengah adalah sebesar 106. Pada periode tahun 1980 sampai dengan 1990 menurun menjadi 105. Sedangkan periode 1990 sampai dengan 2000, berdasarkan Sensus penduduk tahun 2000 tercatat sex ratio di Kabupaten Lampung Tengah tercatat sebesar 104,23. Jumlah penduduk di Kabupaten Lampung Tengah sejak pemekaran wilayah tahun 1999 tercatat sebesar 1.014.084 jiwa, terdiri dari 518.058 jiwa penduduk laki–laki dan 496.026 jiwa penduduk perempuan dengan sex ratio sebesar 104.44. Sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk selama setahun waktu itu berkisar 1,16%. Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 61,79% dari total penduduk yang ada. Tingkat kepadatan mencapai 212 jiwa/km2 atau lebih meningkat sebesar 2 jiwa/km2 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut hasil Sensus penduduk tahun 2000 yang dilaksanakan pada bulan Juni 2000 oleh BPS, tercatat jumlah penduduk di Kabupaten Lampung Tengah sebesar 1.046.182 jiwa, terdiri dari 533.931 laki-laki dan 512.251 perempuan. Pada tahun 2001 jumlah penduduk Kabupaten Lampung Tengah terjadi peningkatan yakni sebanyak 1.051.216 jiwa, terdiri dari 538.570 jiwa laki-laki dan 512.646 jiwa perempuan dengan sex ratio sebesar 105,06. Pada tahun 2002, penduduk Lampung Tengah berjumlah 1.071.597 jiwa, terdiri dari 554.330 jiwa laki-laki dan 517.266 jiwa perempuan dengan tingkat kepadatan 230 jiwa/km2. Tahun 2003, penduduk Lampung Tengah berjumlah 1.097.947 jiwa, terdiri dari 567.848 jiwa laki-laki dan 530.099 perempuan. Tahun 2004, penduduk Lampung Tengah berjumlah 1.109.884 jiwa, terdir dari 579.852 jiwa laki-laki dan 530.032 perempuan. Setiap tahun pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan. Berikut adalah tabel jumlah penduduk di Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan jenis kelamin dan jumlah penduduk per kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah. Tabel2. Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Tengah Menurut Jenis Kelamin Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah 2000 533.931 521.251 1.046.182 2001 538.573 512.646 1.051.216 2002 554.330 517.266 1.071.597 2003 567.848 530.099 1.097.947 2004 579.852 530.032 1.109.884 Tabel3. Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Tengah Berdasarkan Kecamatan No Kecamatan Jumlah 1. Padang Ratu 62.308 2. Selagai Lingga 31.324 3. Pubian 39.694 4. Anak Tuha 32.500 5. Kalirejo 59.516 6. Sendang Agung 33.824 7. Bangun Rejo 51.410 8. Gunung Sugih 58.179 9. Bekri 24.048 10. Bumi Ratu Nuban 25.846 11. Timurjo 46.689 12. Punggur 33.037 13. Kota Gajah 30.275 14. Seputih Raman 43.388 15. Terbanggi Besar 97.555 16. Seputih Agung 41.576 17. Way Pengubuan 31.664 18. Terusan Nunyai 44.560 19. Seputih Mataram 43.432 20. Bandar Mataram 63.403 21. Seputih Banyak 38.643 22. Way Seputih 15.389 23. Rumbia 47.390 24. Bumi Nabung 29.843 25. Seputih Surabaya 42.464 26. Bandar Surabaya 29.990 27. Anak Ratu Aji 17.977

Ditulis dalam LANDASAN | Comments Off

himacita dan raja-raja kecil disekitarnya

Ditulis oleh himacita di/pada April 24, 2009

kapan lagi himacita mampu berfungsi layaknya sebagai sebuahorganisasi besar yang mampu mengorganisir seluruh raja-raja kecilnya. yang perlu diingat adalah himacita bukanlah hidup dari kesolidan individu-individu yang hidup di himacita, raja-raja kecil sangat mempunyai arti penting demi keeksistensiannya, namun bagaimana himacita mampu membrikan kontribusi kepada raja-raja kecil sehingga mampu membrikan sesuattu yang bermanfaat bagi himacita sendiri. semakin panjang perjalanan himacita namun semakin pendek perjalanan raja-raja kecil yang kini masih ada, raja-raja kecil ini semakin berat untuk dapat mengatur keadaan sebagian kecil rakyat himacita. baik dari permasalahan materi sampai merealisasi sebuah program kedepan. harusnya himacita mampu membaca apa yang sebenarnya terjadi pada raja-raja kecil sekarang ini dan bukannya ingin membuat sebuah raja-raja kecil ini semakin terpojok didataran internalnya. apa yang telah himacita lakukan untuk sekarang ini belum menunjukan bahwa raja-raja kecil ini adalah bagian dari himacita. himacita masih menganggap bahwa raja-raja kecil ini adalah bumerang yang akan menghalangi perjalanan himacita. komunikasi yangterjadi bukanlah untuk kepengtingan raja-raja kecil tapi untuk kepentingan himacita sendiri yang seolah-olah mempnyai kewenangan besar untuk menetapkan kebijakannya. lebih demokratis lagi dalam menentukan kebijakan, jangan terlalu memaksakan suatu keputusan karena belum tentu itu membawa kebaikan bagi internal himacita. yang terpenting sekarang adalah proses demokrasi yang sebentar lagi akan dilakukan oleh raja-raja kecil yang harus di perhatikan oleh himacita agar nantina dapat terbentuk sebuah perjalanan yang baik.selesaikan dulu proses internal di himacita. karena itu sangat penting. untuk kegiatan kita tunggu setelah internalnya mampu melaksanakan kewajiban satu tahunan. karena itu akan mempermudah administrasi yang benar-benar belum terkendali. terimakasih. BND

Ditulis dalam LANDASAN | 1 Komentar »

pernyataan tentang pemilu

Ditulis oleh himacita di/pada April 15, 2009

Setiap pemilu, masyarakat Indonesia selalu berharap mendaptkan pemimpin yang berpihak pada rakyat dan mampu membawa bangsa ini menuju kesejahteraan. Namun apa yang terjadi kemudian, harapan itu masih sangat jauh untuk di gapai. Bahkan sejak gema reformasi didengungkan, dan pemilu 1999 dianggap sebagai pemilu yang cukup demokratis pun keadaan tidak semakin baik –untuk tidak mengatakan semakin buruk. Kecewa? Tentu. Kalau kenyataannya harapan semakin menjauh, apakah masih perlu kita mengharap banyak pda pemilu 2009 nanti? Pemilu yang diselenggarakan pada tahun 2004 yang lalu pun masih meninggalkan banyak kontrofersi yang sampai sekarang belum dapat diselesaikan secara demokratis dan sesuai dengan UUD 45. Seperti biasanya, menjelang pemilu, partai-partai politik yang akan bertarung mulai mengeluarkan jurus-jurusnya untuk sebanyak mungkin menjaring suara rakyat. Berbagai cara dilakukan untuk merebut simpati massa. Jangan sampai ada masyarakat yang golput (golongan putih) alias abstain, partai sangat menyayangkan pilihan golput. Golput dianggap sebagai tindakan apolitis, tidak mendukung perubahan, tidak punyaa pilihan, plin-plan dan sebagainya. Tapi apakah benar kalau golput tidak punya pilihan? Apakah golput itu bukan berarti suatu pilihan?. Suatu yang amat menggelikan kalau golut itu dilarang. Bahkan ada sebuah usulan dan sudah dijadikan fatwa MUI bahwasanya golput adalah haram hukumnya. Sebenarnya pernyataan seperti itu adalah sebuah sikap bodoh dan sangat membatasi kebebasan masyarakat atau generasi muda yang nota bene belum begitu tahu tentang politik dan pemilu. Oleh karena itu seharusnya partai politiklah yang memungkinkan untuk lebih dapat memberikan suatu pendidikan politik kepada rakyat agar nantinya hasil dari bagaimana partai atau calon yang akan mencalonkan diri sebagai kandidat dalam proses pemilu lebih dikenal dan masyarakat tahu karakteristik dari para calon dan partai tersebut, tahu program kerja yang akan di coba untuk direalisasikan. Tapi lagi-lagi partai hanya memanfaatkan masyarakat sebagai kepentingan sesaat, setelah itu, kebanyakan lebih untuk kepentingan pribadi mereka masing-masing tanpa menyadari bahwasanya mereka adalah pembantu rakyat sepenuhnya. Golput tidak begitu saja berarti pilihan bagi orang yang bingung mau memilih partai atau calon yang mana. Di karenakan pemilu 2009 ini ada peningkatan jumlah partai politik yang ingin dan mempunyai tujuan yang hampir sama. Golput bisa juga berarti suatu wujud kemandirian. Sikap yang tidak mau menggantungkan harapan kepada partai apapun atau siapapun. Karena sampai kapanpun sampai sekarang kenyataanya tidak ada partai, dewan, atau presiden yang bisa diharapkan mewujudkan harapan rakyat. Mereka hanya sibuk mewujudkan harapan mereka sendiri, bukan harapan rakyat banyak. Lalu untuk apa menggantungkan diri pada orang yang tidak peduli pada rakyat. Pernyataan ini tidak mengajak untuk memilih golput. Tetapi pilihan apapun selaknya dipikirkan lebih dahulu. Golput bukan pilihan cerdas, dan memang tidak mampu mengangkat bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik. Pertanyaan kemudian adalah mengapa harus diadakan pemilu? ada beberapa hal yang menjadikan pemilu menjadi penting: 1. Koreksi dan evaluasi Pemilu yang baik harus mampu mengoreksi dan mengevaluasi kinerja pemerintahan sebelumnya. Baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif. Pemilu harus menghasilkan penilaian yang baik bagi pemerintahan yang lalu. Mampukah pemilu kita bisa mengoreksi dan mengevaluasinya? Kalau bisa, maka kualitas partai, caleg, dan pemimpin bangsa yang dipilih lebih baik dari yang lalu. 2. Suksesi Sistem demokrasi yang baik harus mampu menghasilkan pergantian kepemimpinan. Pemimpin yang terlalu lama berkuasa akan melahirkan pemerintahan yang otoriter. Tapi juga harus dipahami bahwa kepemimpinan yang lama itu bukan berarti otoriter dan melahirkan tirani baru. Bisa jadi rakyat masih menghendaki untuk terus dipimpin atau memilih partai dan pemimpin yang memang memiliki kualitas mumpuni. 3. Introspeksi Pemilu adalah saatnya kita berkaca dengan pengalaman lima tahun yang lalu, merenung, dan melakukan introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh bangsa ini. Pemilu yang baik harus mampu memberikan pengalaman batiniaha dan lahiriah yang berkesan, bermutu, dan bermartabat, sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas, dan mampu memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik. Mengapa suara pemilih pemula dianggap penting dan sangat besar pengaruhnya dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan?. Pesta demokrasi yang sudah diambang pintu, dan memang mau tidak mau harus dilaksanakan pada tanggal 9 april 2009 mendatang memang perlu adanya kesiapan dari seuruh elemen agar pemilu dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan mekanisme demokrasi yang benar, adalah KPU dimana tugasnya sebagai penyelengara proses pemilu tentunya harus lebih mengintensifkan tentang sosialisasi pemilu, terutama pada para pemilih pemula pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, supaya lebih mengenal dan memahami proses mekanisme cara memilih anggota calon legislatif. Pemilih pemula adalah warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, dan mempunyai hak untuk diberi sosialisasi dalam menggunakan hak pilihnya. Tentunya ini adalah kewajiban dari KPU, partai politik, dan elemen-elemen yang terkait dalam hal suksesi pemilu nantinya. Saatnya rakyat memillih pilihannya, menentukan masa depan bangsa. Saatnya berpesta demokrasi dan setelah itu menunggu realisasi janji caleg saat berkampanye. (himpunan Mahasiswa di Yogyakarta) HIMACITA

Ditulis dalam artikel | Comments Off

Community Learning Center (Rumah Belajar Himacita)

Ditulis oleh himacita di/pada Februari 5, 2009

LATAR BELAKANG
Mahasiswa adalah salah satu elemen terpenting dari sebuah bangsa dan Negara, di tangannya kelak negara akan di bawa. Dalam perkembanganya mahasiswa mampu memberi input dan kontribusi kongkrit kepada jalannya pemerintahan, pemimpin-pemimpin besar bangsa Indonesia sekarang adalah berlatar belakang sebagai mahasiswa dan di besarkan oleh organisasi etnis, nasional maupun agama pada eranya.
Himacita merupakan organisasi etnis mahasiswa cilacap di Jogjakarta yang terbentuk pada tahun 1998 atau yang kita kenal sebagai tahun reformasi. Dalam setiap periode kepengurusan, himacita mampu menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya pintar di bidang akademis melainkan juga kritis terhadap persoalan yang ada terutama persoalan-persoalan yang ada di cilacap. Selama terbentuknya, himacita ikut berperan aktif dalam kegiatan yang ada di cilacap, dari sekian peran serta himacita dalam setiap kegiatan di cilacap yang terakhir adalah sebagai salah satu tim Pemantau PILKADA di cilacap.
Seperti layaknya organisasi etnis yang muncul dan tenggelam di Jogjakarta, akhir-akhir ini himacita juga mengalami pasang surut kegiatan dengan permasalahan-permasalahan yang sepele namun kompleks. Diantara sekian banyak masalah yang ada, salah satu permasalahan yang paling mendasar adalah kurangnya komunikasi intensif antar pengurus dan anggota himacita. Fasilitas yang diberikan oleh PEMDA berupa asrama mahasiswa ternyata kurang berperan optimal untuk membangun suasana kekeluargaan di himacita, untuk itu atas inisiasi beberapa pengurus harian himacita terbentuklah ide membangun sebuah kelompok studi, kelompok diskusi, kelompok bermain, kelompok rekreasi, kelompok hobby yang tergabung di dalam sebuah program bernama Community Learning Center (Rumah Belajar Himacita) yang berpusat di asrama. Dengan adanya Rumah Belajar Himacita (RBH) dan kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya di harapkan semakin mempererat jejaring komunikasi antar anggota, pengurus dan mahasiswa cilacap yang ada di Jogjakarta, sehingga akan terbangun sebuah komunitas yang mampu tidak hanya berorientasi pada hiburan dalam setiap kegiatannya, akan tetapi mampu berfikir kritis dan mampu menyumbangkan ide serta gagasan untuk kemajuan cilacap bercahaya.
TUJUAN
1. Sebagai Sarana komunikasi antar warga himacita
2. Mengoptimalkan kembali peran asrama sebagai center of activity (pusat kegiatan) himacita
3. Sebagai sarana belajar alternative bagi mahasiswa cilacap yang ada di Jogjakarta pada khususnya dan seluruh warga masyarakat pada umumnya
4. Sebagai pusat kajian dan informasi tentang cilacap (duta pariwisata)
KEGIATAN
Rumah Belajar Himacita adalah sebuah perpustakaan yang didalamnya tidak hanya terdapat buku-buku sebagai bahan bacaan dan literature, akan tetapi terdapat kegiatan-kegiatan kongkrit yang menghidupkan suasana perpustakaan sehingga tidak terkesan monoton dan angker karena sepi. Kegiatan tersebut antara lain:
1. Kelompok studi baca, menulis
2. Kelompok studi kesenian
3. Kelompok studi hobby (otomotif, olah raga, pecinta alam)
4. Kelompok bermain (game on-line)
5. Kelompok diskusi
6. Dll.

Ditulis dalam artikel | Comments Off

PEKAN PEDULI PENDIDIKAN

Ditulis oleh himacita di/pada Februari 5, 2009

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Dalam era global dan persaingan ketat saat ini, yang akan melejit maju hanyalah orang yang mau belajar. Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa orang yang pintar adalah orang yang mengetahui bahwa ia tidak tahu akan sesuatu dan karenanya dia mau belajar. Secara makro, masyarakat kita harus dididik untuk menjadi masyarakat yang mau belajar, menyenangi ilmu dan memeliharanya dengan baik melalui penghargaan kepada sarana dan pra sarananya. Dengan konsep ini, siapa saja, tidak perlu menempuh jalur sekolah bisa menjadi orang cerdas dalam arti orang yang menggemari belajar. Secara sederhana dapat dikatakan, pendidikan harus ditujukan untuk menanamkan kecintaan kepada belajar. Bagaimana caranya ?
Tujuan pendidikan nasional dalam pasal 3 UU Sisdiknas 2003 adalah sbb :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Apakah tujuan pendidikan itu? Mengapa makna pendidikan dibedakan dengan makna pengajaran? Mengapa arti pendidik menjadi jauh lebih penting dari sekedar pengajar? Karena dalam pendidikan ikatan antara tanggung jawab dan proses pembelajaran serta hasil menjadi kesatuan utuh yang saling melengkapi. Mendidik adalah kegiatan memberi pengajaran, membuat seorang memahami, dan dengan pemahaman yang dimiliki peserta didik dapat mengembangkan potensi diri dengan menerapkan apa yang dipelajari. Proses itu dapat berlangsung seumur hidup dan pencapaian tujuan pendidikan tidak akan berhenti saat kehidupan seseorang berakhir.Apakah kita semua menyadari arti dan tujuan pendidikan seperti itu? Dalam kurikulum terbaru yang dirilis pemerintah saat ini (KTSP -Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), sekolah menjadi penyelenggara pendidikan yang berhak menentukan sendiri indikator-indikator bagi setiap kompetensi dasar dari semua mata pelajaran. Apakah hak itu digunakan untuk menentukan desain yang tepat dan selaras dengan tujuan pendidikan yang sebenarnya? Dalam minggu-minggu awal, peserta didik tingkat sekolah dasar akan dihadapkan dengan tiga tema sentral -mengenal diri, keluarga, dan lingkungan. Tentu saja tema-tema yang dipilih itu baik adanya untuk memperkenalkan kehidupan kepada anak. Tapi akan lebih baik lagi jika sebelum tema-tema itu dipelajari, peserta didik dikenalkan kepada tema lain yang lebih mendasar dan mendalam –mengenal Sang Khalik. Dengan pengenalan akan Sang Pencipta, peserta didik akan memahami keberadaan dirinya di alam semesta ini dan dilatih untuk memuliakan Tuhan dalam kesehariannya. Dengan mempelajari tema dasar ini, peserta didik akan dibawa ke satu ruangan belajar yang lebih besar daripada ruang kelas. Seluruh alam adalah ruang kelas. Karena keterangan dan kisah tentang penciptaan ada di kitab suci, maka kitab suci haruslah memiliki porsi terbanyak dan terutama.Tujuan pendidikan sejati tidaklah hanya mengisi ruang-ruang imajinasi dan intelektual anak, mengasah kepekaan sosialnya, ataupun memperkenalkan mereka pada aspek kecerdasan emosi tapi lebih kepada mempersiapkan mereka untuk melayani Tuhan dan sesama untuk pencapaian yang lebih besar bagi kekekalan.
Didalam keterpurukan yang berlarut hingga dewasa ini , disadari bahwa permasalahan utamanya adalah moral dan tatanan moral masyarakat. Ini dapat di lihat dari ketidaktaatan terhadap aturan baku yang telah disepakati bersama, aturan sering dikesampingkan demi kepentingan sesaat. Oleh karena itu urgensi misi pendidikan kedepan adalah memperbaiki tatanan moral masyarakat, pendidikan harus memandang tatanan moral sebagai bagian dari mata rantai usaha pendidikan bangsa , pada hakekatnya merupakan proses regenerasi moral yang luhur.
Tujuan pendidikan nasional perlu dijiwai filosofi pendidikan yang menawarkan perennial values yang bersifat universal dan tak lekang oleh perubahan zaman. Karena itu, suatu usulan rumusan komprehensif menyeluruh yang terbuka kiranya jauh lebih menguntungkan untuk menyiapkan generasi masa depan. Usulan rumusan tersebut adalah: Pendidikan Nasional bertujuan mendampingi dan mengantar peserta didik kepada kemandirian, kedewasaan, kecerdasan, agar menjadi manusia profesional (artinya memiliki keterampilan (skill), komitmen pada nilai-nilai dan semangat dasar pengabdian/pengorbanan) yang beriman dan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kemakmuran warga masyarakat, nusa dan bangsa Indonesia. Demikianlah rumusan Tujuan Pendidikan Nasional yang sederhana namun diharapkan dapat memberi ruang bagi muatan filosofi pendidikan dan visi futuristik dalam menyiapkan generasi mendatang yang andal, cerdas, mempunyai komitmen moral dan semangat pengabdian.
Atas dasar itulah maka kami segenap Himpunan Mahasiswa-Mahasiswi yang ada di Yogyakarta (HIMACITA), mempunyai keinginanan untuk membuat sebuah kegiatan tentang Pekan Peduli Pendidikan, dimana nantinya akan memberikan output tersendiri kepada peserta didik,

Ditulis dalam artikel | Comments Off

NGAPAK POS

Ditulis oleh himacita di/pada Februari 5, 2009

Media Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat Cilacap

Kemajuan teknologi Informasi dan meluasnya penggunaan Handphone dan internet membuat akses informasi masyarakat semakin beragam dan tidak terbatas.

Akan tetapi kebutuhan akan adanya media komunikasi yang bersifat fisik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat masih cukup signifikan dan cukup dinantikan. Terutama juga bagi terwujudnya hubungan cultural secara masif serta meningkatnya tali silaturahmi, disinilah ngapak Pos perlu diterbitkan sebagai media komunikasi alternative bagi mahasisea dan masyarakat Cilacap.

Tujuan Ngapak Pos adalah menerbitkan bulletin informasi dan komunikasi yang mengangkat tema-tema actual dan alternative untuk dikonsumsi masyarakat-Mahasiswa di Yogyakarta juga Masyarakat Cilacap dimanapun berada. Selain itu, penerbitan ini dimaksudkan sebagai proses belajar bagi para mahasiswa untuk mengembangakan bakat dan minat dalam bidang Jurnalistik.

Ngapak Pos akan berisi antara lain:

1. Berita

2. Artikel atau Opini

3. Tulisan/Karya para Mahasiswa

4. Hasil Diskusi rutin HIMACITA, serta

5. Ulasan dari topik-topik aktual dari berbagai sumber

Ditulis dalam LANDASAN | Comments Off

Term Of Refrents SOSIALISASI PEMILU

Ditulis oleh himacita di/pada Februari 5, 2009

LATAR BELAKANG

Dalam realitas yang terjadi di masyarakat mengenai pelaksanaan pemilu yang ada di Indonesia terutama apa yang terdapat di Cilacap masih sangat kurang adanya perhatian dari masyarakat baik mengenai latar belakang dan tujuan pesta demokrasi itu sendiri. Khususnya bagi masyarakat awam yang terdapat di Cilacap. Kurangnya pemahaman ini dikarenakan kurangnya sosialisasi tentang pemahaman dan tatacara yang dilakukan. Baik untuk masyarakat awan sendiri maupun untuk kalangan bagi para pemilih pemula yaitu kalangan pelajar serta mahasiswa.

Hal tersebut adalah sebuah masalah yang perlu ditanggapi dengan serius serta dibenahi dengan penuh kesadaran. Karena dalam wilayah Cilacap sendiri akses dan kualitas pendidikan dalam masyarakat belum memadai, apalagi sebagian besar wilayahnya adalah pedesaan sehingga akses untuk memperoleh pengetahuan masih relatif kurang yang nantinya menimbulkan masalah yang sangat besar tentang pesta demokrasi yaitu banyak sekali suara yang tidak sah kemudian mengakibatkan Golput Besar-Besaran.

Maka dari itu HIMACITA (Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta) sebagai masyarakat yang terdidik mempunyai dua tanggung jawab yang pertama: tanggung jawab akademik yaitu untuk memenuhi kebutuhan tentang study agar dapat menyelesaikan sesuai target. Kedua: tanggung jawab sosial karena posisi mahasiswa adalah posisi yang sangat baik dan strategis maka dari itu mahasiswa dituntut untuk peduli terhadap permasalahan yang ada sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian HIMACITA dalam permasalahan sosialisasi mempunyai greget dan kepedulian untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat agar dalam pesta demokrasi nantinya bisa berjalan semaksimal mungkin sesuai dengan apa yang diinginkan dan juga bisa memberi keringanan terhadap pemerintah dalam mensosialisasikan pesta demokrasi.

TUJUAN

· Mendukung terwujudnya PEMILU yang berkualitas

· Mendorong terciptanya civil society, good government,dan good governance.

· Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi

· Meningkatkan pemahaman tentang sistem pemilu yang baru.

· Meningkatnya pemahaman atas pentingnya pemilu bagi kehidupan demokrasi.

Ditulis dalam artikel | Comments Off

Ditulis oleh himacita di/pada Februari 2, 2009

kang sinyo lg ngendika

kang sinyo lg ngendika

Ditulis dalam LANDASAN | Comments Off

Training Of Trainer

Ditulis oleh himacita di/pada Januari 30, 2009

Term of Reference
Training Of Trainer

Latar Belakang

Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kemahasiswaan, kemasyarakatan yang bersifat independent. Sebagai organisasi mahasiswa daerah, HIMACITA merupakan pusat kegiatan mahasiswa Cilacap di Yogyakarta yang bertujuan untuk mengasah nalar kritis, kreatif, dan pengembangan disiplin ilmu. Selain itu, HIMACITA merupakan pusat studi yang senantiasa melakukan pengkajian kritis sehingga mahasiswa mampu berfikir logis dan mengamalkan ilmunya di masyarakat menjadi ciri khas warga HIMACITA.

Mahasiswa sebagai komponen bangsa dan menjadi bagian integral dari masyarakat harus mempersiapkan diri menjadi insan yang berkualitas dan berdaya guna sehingga keberadaan mahasiswa dalam masyarakat dapat memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpedoman pada etika moral yang dilandasi oleh nilai-nilai transendental. Hal tersebut menjadikan harapan bagi mahasiswa Cilacap yang berada di Yogyakarta untuk bersikap professional (dalam segala bidang), efektif, efisien serta fleksibel terhadap perubahan yang terjadi, baik perubahan yang terjadi akibat faktor internal maupun eksternal.

Sebagai langkah awal maka perlu adanya pembenahan pada faktor Sumber Daya Manusia yang ada di dalam HIMACITA. Peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan dengan proses pelatihan. Dengan model pelatihan dan komponen pendukung pelatihan yang tepat diharapkan efektif dapat membina, mengarahkan dan memotivasi SDM guna memiliki etos kerja yang tinggi dan berpedoman pada profesionalisme. HIMACITA perlu mengadakan pelatihan bagi para anggotanya guna meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi serta kinerja SDM-nya. Dengan SDM yang berkualitas dan mempunyai pola kerja yang efektif dan efisien diharapkan akan tercapai.

Program pelatihan ini dirancang dengan cara yang praktis dan partisipatif melibatkan seluruh peserta dengan studi kasus, diskusi kelompok dan sebagainya sehingga terbentuk wawasan pelatihan yang sejalan dengan kepentingan organisasi. Agar peserta memperoleh bekal dalam menyusun program pelatihan secara terpadu guna memandu segala kegiatan mulai dari perencanaan sampai evaluasi akhir dan tindak lanjut atas hasil pelaksanaan program pelatihan tersebut. Sasaran akhir pengembangan sumber daya manusia tercermin dari peningkatan akan PENGETAHUAN (knowledge), KETERAMPILAN (skill) DAN SIKAP (attitude). Konsep pelatihan diharapkan bisa merangkum ketiga sasaran tersebut untuk mendapatkan hasil yang positif.

TUJUAN
• Memahami pengetahuan konseptual sebagai acuan berpikir seorang trainer untuk program pelatihan orang dewasa
• Memahami dasar-dasar keterampilan mendisain, menyelenggarakan serta mengevaluasi metode dan teknik pelatihan manajemen
• Menghayati sikap mental positip bagi seorang trainer yang kreatif
• Melahirkan sejumlah orang yang memiliki komitmen dalam menyebarluaskan model pelatihan ini.

Ditulis dalam LANDASAN | Comments Off

Info Audiensi

Ditulis oleh himacita di/pada Januari 11, 2009

HIMACITA sebagai sebuah organisasi kedaerahan tentunyai mempunyai tanggung jawab moral dan kedekatan emosional dengan pemerintah kab. cilacap. sebagai sebuah tindakan konkrit dari kedekatan tersebut, tentunya diperlukan adanya media silaturrohim antar keduanya. berangkat dari hal ini, muncul sebuah gagasan untuk diadakannya AUDIENSI HIMACITA dengan PEMERINTAH DAERAH dan DPRD Kb. Cilacap. Audiensi ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 februari 2009 masing-masing untuk kedua lembaga pemerintahan.  sampai hari ini persiapan yang sudah Pengurus HC lakukan telah sampai pada tahap  tawaran waktu kepada pemda dan dprd. Alhamdulillah Pemda merespon tawaran Audiensi HC dengan catatan segera perjelas konsep Audiensinya. dari pihak DPRD sendiri belum mengklarifikasi tawaran yang HC berikan. bagi yang berkunjung dan membaca informasi ini, tolong beri HC masukan terkait materi yang mungkin bisa kita suarakan pada Audiensi tersebut. terimakasih

Ditulis dalam berita | Comments Off